Tafsir Al-Jalalayn
﴿أَلَمْ تَرَ﴾ تَعْلَم ﴿أَنَّ اللَّه أَنْزَلَ مِنْ السَّمَاء مَاء فَسَلَكَهُ يَنَابِيع﴾ أَدْخَلَهُ أَمْكِنَة نَبْع ﴿فِي الْأَرْض ثُمَّ يُخْرِج بِهِ زَرْعًا مُخْتَلِفًا أَلْوَانه ثُمَّ يَهِيج﴾ يَيْبَس ﴿فَتَرَاهُ﴾ بَعْد الْخُضْرَة مَثَلًا ﴿مُصْفَرًّا ثُمَّ يَجْعَلهُ حُطَامًا﴾ فُتَاتًا ﴿إنَّ فِي ذَلِكَ لَذِكْرَى﴾ تَذْكِيرًا ﴿لِأُولِي الْأَلْبَاب﴾ يَتَذَكَّرُونَ بِهِ لِدَلَالَتِهِ عَلَى وَحْدَانِيَّة اللَّه تَعَالَى وَقُدْرَته ٢ -
Apakah kamu tidak memperhatikan [mengetahui], bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diatur-Nya menjadi sumber-sumber air [Dimasukkan-Nya ke dalam tempat-tempat mata air] di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, kemudian ia menjadi kering [layu], lalu kamu melihatnya [setelah sebelumnya hijau, misalnya] kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai [remah-remah]. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran [peringatan] bagi orang-orang yang berakal [mereka mengambil pelajaran dengannya karena hal itu menunjukkan atas keesaan Allah Ta'ala dan kekuasaan-Nya].