﴿اللَّه نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيث كِتَابًا﴾ بَدَل مِنْ أَحْسَن أَيْ قُرْآنًا ﴿مُتَشَابِهًا﴾ أَيْ يُشْبِه بَعْضه بَعْضًا فِي النَّظْم وَغَيْره ﴿مَثَانِيَ﴾ ثُنِيَ فِيهِ الْوَعْد وَالْوَعِيد وَغَيْرهمَا ﴿تَقْشَعِرّ مِنْهُ﴾ تَرْتَعِد عِنْد ذكره وَعِيده ﴿جُلُود الَّذِينَ يَخْشَوْنَ﴾ يَخَافُونَ ﴿رَبّهمْ ثُمَّ تَلِينَ﴾ تَطْمَئِنّ ﴿جُلُودهمْ وَقُلُوبهمْ إلَى ذِكْر اللَّه﴾ أَيْ عِنْد ذِكْر وَعْده ﴿ذَلِكَ﴾ أَيْ الْكِتَاب ﴿هدى الله يهدي به من يشاء ومن يضلل الله فما له من هاد
٢ -
Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik [yaitu] sebuah Kitab [menjadi badal dari 'ahsan', maksudnya Al-Qur'an] yang serupa [yakni sebagiannya menyerupai sebagian yang lain dalam keindahan susunan kalimat dan selainnya] yang diulang-ulang [diulang di dalamnya janji, ancaman, dan selain keduanya], gemetar karenanya [merinding ketika disebutkan ancaman-Nya] kulit orang-orang yang takut [khawatir] kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang [tenteram] kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah [yaitu ketika disebutkan janji-Nya]. Itulah [yakni Al-Kitab tersebut] petunjuk Allah, dengan Kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemberi petunjuk pun. 2 -