Tafsir Al-Jalalayn
﴿لَوْ أَرَادَ اللَّه أَنْ يَتَّخِذ وَلَدًا﴾ كَمَا قَالُوا ﴿اتَّخَذَ الرَّحْمَن وَلَدًا﴾ ﴿لَاصْطَفَى مِمَّا يَخْلُق مَا يَشَاء﴾ وَاِتَّخَذَهُ وَلَدًا غَيْر مَنْ قَالُوا من الملائكة بنات الله وعزير بن الله والمسيح بن اللَّه ﴿سُبْحَانه﴾ تَنْزِيهًا لَهُ عَنْ اتِّخَاذ الْوَلَد ﴿هو الله الواحد القهار﴾ لخلقه
Sekiranya Allah hendak mengambil anak [sebagaimana perkataan mereka, "Yang Maha Pengasih telah mengambil anak"], tentu Dia akan memilih apa yang Dia kehendaki dari apa yang diciptakan-Nya [dan menjadikannya anak, bukan seperti yang mereka katakan bahwa malaikat adalah putri-putri Allah, Uzair putra Allah, atau Al-Masih putra Allah]. Mahasuci Dia [penyucian bagi-Nya dari mengambil anak]. Dialah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan [terhadap ciptaan-Nya].