Tafsir Al-Jalalayn
﴿وَنُفِخَ فِي الصُّور﴾ النَّفْخَة الْأُولَى ﴿فَصَعِقَ﴾ مَاتَ ﴿من في السماوات ومن في الأرض إلَّا مَنْ شَاءَ اللَّه﴾ مِنْ الْحُور وَالْوِلْدَان وَغَيْرهمَا ﴿ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَى فَإِذَا هُمْ﴾ أَيْ جَمِيع الْخَلَائِق الْمَوْتَى ﴿قِيَام يَنْظُرُونَ﴾ يَنْتَظِرُونَ مَا يُفْعَل بِهِمْ ٦ -
[Dan ditiuplah sangkakala,] yaitu tiupan yang pertama, [maka matilah] mati [siapa yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah,] seperti para bidadari (*ḥūr*), pelayan-pelayan surga (*wildān*), dan selain keduanya. [Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka seketika itu mereka] yakni seluruh makhluk yang telah mati [berdiri menunggu] menunggu apa yang akan diperbuat terhadap mereka.