Tafsir Al-Jalalayn
﴿وَسِيق الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبّهمْ﴾ بِلُطْفٍ ﴿إلَى الْجَنَّة زُمَرًا حَتَّى إذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابهَا﴾ الْوَاو فِيهِ لِلْحَالِ بِتَقْدِيرِ قَدْ ﴿وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتهَا سَلَام عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ﴾ حَال ﴿فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ﴾ مُقَدِّرِينَ الْخُلُود فِيهَا وَجَوَاب إذَا مُقَدَّر أَيْ دُخُولهَا وَسَوْقهمْ وَفَتْح الْأَبْوَاب قَبْل مَجِيئِهِمْ تَكْرِمَة لَهُمْ وَسَوْق الْكُفَّار وَفَتْح أَبْوَاب جَهَنَّم عِنْد مَجِيئِهِمْ لِيَبْقَى حَرّهَا إلَيْهِمْ إهَانَة لَهُمْ ٧ -
Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan mereka dihalau [dengan kelembutan] ke dalam surga berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai kepadanya dan pintu-pintunya telah dibuka [huruf wawu di sini menunjukkan hal/keadaan dengan takdir 'qad' (sungguh)], dan penjaga-penjaganya berkata kepada mereka, "Kesejahteraan [dilimpahkan] atasmu, kamu telah baik [kata ini berkedudukan sebagai hal/keadaan], maka masukilah surga ini, sedangkan kamu kekal di dalamnya [dengan niat/keadaan menetap kekal di dalamnya]." [Jawab dari 'idza' diestimasi/ditakdirkan, yakni mereka pun memasukinya. Penggiringan mereka dan pembukaan pintu-pintu sebelum kedatangan mereka merupakan penghormatan bagi mereka, sedangkan penggiringan orang-orang kafir dan pembukaan pintu-pintu jahanam saat kedatangan mereka agar panasnya tetap terasa oleh mereka sebagai penghinaan bagi mereka].