Tafsir Al-Jalalayn
﴿إنَّ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَال الْيَتَامَى ظُلْمًا﴾ بِغَيْرِ حَقّ ﴿إنَّمَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونهمْ﴾ أَيْ مِلْأَهَا ﴿نَارًا﴾ لِأَنَّهُ يُؤَوَّل إلَيْهَا ﴿وَسَيَصْلَوْنَ﴾ بِالْبِنَاءِ لِلْفَاعِلِ وَالْمَفْعُول يَدْخُلُونَ ﴿سَعِيرًا﴾ نَارًا شَدِيدَة يَحْتَرِقُونَ فِيهَا ١ -
Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim [tanpa hak], sebenarnya mereka menelan ke dalam perut mereka [yakni memenuhi perut mereka dengan] api [karena harta itu akan berubah menjadi api], dan mereka akan masuk [dibaca dengan bentuk aktif (sayaslauna) dan pasif (sayuslauna), artinya mereka akan dimasukkan] ke dalam api yang menyala-nyala [api yang sangat panas yang membakar mereka di dalamnya]. 1 -