﴿الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آيَات اللَّه﴾ مُعْجِزَاته مُبْتَدَأ ﴿بِغَيْرِ سُلْطَان﴾ بُرْهَان ﴿أَتَاهُمْ كَبُرَ﴾ جِدَالهمْ خَبَر الْمُبْتَدَأ ﴿مَقْتًا عِنْد اللَّه وَعِنْد الَّذِينَ آمَنُوا كَذَلِكَ﴾ مِثْل إضْلَالهمْ ﴿يَطْبَع﴾ يَخْتِم ﴿اللَّه﴾ بِالضَّلَالِ ﴿عَلَى كُلّ قَلْب مُتَكَبِّر جَبَّار﴾ بِتَنْوِينِ قَلْب وَدُونه وَمَتَى تَكَبَّرَ الْقَلْب تَكَبَّرَ صَاحِبه وَبِالْعَكْسِ وَكُلّ عَلَى الْقِرَاءَتَيْنِ لِعُمُومِ الضَّلَال جَمِيع الْقَلْب لَا لِعُمُومِ الْقَلْب
٣ -
[Yaitu] orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah [yakni mukjizat-mukjizat-Nya; kata ini kedudukannya sebagai Mubtada'] tanpa alasan [bukti] yang sampai kepada mereka. Sangat besar [perdebatan mereka; kalimat ini menjadi Khabar dari Mubtada'] kemurkaannya di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah [sebagaimana penyesatan mereka ini], Allah mengunci [dengan kesesatan] atas setiap hati orang yang sombong lagi sewenang-wenang [bisa dibaca dengan tanwin pada kata 'qalbin', yaitu 'qalbin mutakabbirin', atau tanpa tanwin yaitu 'qalbi mutakabbirin'. Apabila hati itu sombong maka pemiliknya pun sombong, demikian pula sebaliknya. Kata 'kull' menurut kedua qiraat tersebut menunjukkan menyeluruhnya kesesatan pada seluruh bagian hati, bukan mencakup seluruh jenis hati].