Tafsir Al-Jalalayn
﴿فَاصْبِرْ إنَّ وَعْد اللَّه﴾ بِعَذَابِهِمْ ﴿حَقّ فَإِمَّا نُرِيَنك﴾ فِيهِ إنْ الشَّرْطِيَّة مُدْغَمَة وَمَا زَائِدَة تُؤَكِّد مَعْنَى الشَّرْط أَوَّل الْفِعْل وَالنُّون تُؤَكِّد آخِره ﴿بَعْض الَّذِي نَعِدهُمْ﴾ بِهِ مِنْ الْعَذَاب فِي حَيَاتك وَجَوَاب الشَّرْط مَحْذُوف أَيْ فَذَاكَ ﴿أَوْ نَتَوَفَّيَنك﴾ أَيْ قَبْل تَعْذِيبهمْ ﴿فَإِلَيْنَا يُرْجَعُونَ﴾ فَنُعَذِّبهُمْ أَشَدّ الْعَذَاب فَالْجَوَاب الْمَذْكُور لِلْمَعْطُوفِ فَقَطْ ٧ -
Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah [tentang azab mereka] adalah benar. Dan jika Kami perlihatkan kepadamu [pada lafal "nuriyannaka" terdapat "in" syarat yang diidgamkan dengan "ma" tambahan yang menguatkan makna syarat di awal fi'il, sedangkan huruf nun menguatkan di akhirnya] sebagian dari apa yang Kami ancamkan kepada mereka [berupa azab di masa hidupmu, sedangkan jawab syaratnya dibuang, yakni: maka itulah yang terjadi], atau Kami wafatkan kamu [yakni sebelum mereka diazab], maka kepada Kamilah mereka dikembalikan [lalu Kami mengazab mereka dengan azab yang sangat keras. Jawab syarat yang disebutkan tadi hanya berlaku untuk kalimat yang diathafkan saja].