Tafsir Al-Jalalayn
﴿فَلَوْلَا﴾ هَلَّا ﴿نَصَرَهُمْ﴾ بِدَفْعِ الْعَذَاب عَنْهُمْ ﴿الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُون اللَّه﴾ أَيْ غَيْره ﴿قُرْبَانًا﴾ مُتَقَرَّبًا بِهِمْ إلَى اللَّه ﴿آلِهَة﴾ مَعَهُ وَهُمْ الْأَصْنَام وَمَفْعُول اتَّخَذَ الْأَوَّل ضَمِير مَحْذُوف يَعُود عَلَى الْمَوْصُول أَيْ هُمْ وَقُرْبَانًا الثَّانِي وَآلِهَة بَدَل مِنْهُ ﴿بَلْ ضَلُّوا﴾ غَابُوا ﴿عَنْهُمْ﴾ عِنْد نُزُول الْعَذَاب ﴿وَذَلِكَ﴾ أَيْ اتِّخَاذهمْ الْأَصْنَام آلِهَة قُرْبَانًا ﴿إفْكهمْ﴾ كَذِبهمْ ﴿وَمَا كَانُوا يَفْتَرُونَ﴾ يَكْذِبُونَ وَمَا مَصْدَرِيَّة أَوْ مَوْصُولَة وَالْعَائِد مَحْذُوف أَيْ فيه ٢ - ﴿و﴾ اذكر ﴿إِذْ صَرَفْنَا﴾ أَمَلْنَا ﴿إلَيْك نَفَرًا مِنْ الْجِنّ﴾ جِنّ نَصِيبِينَ بِالْيَمَنِ أَوْ جِنّ نِينَوَى وَكَانُوا سَبْعَة أَوْ تِسْعَة وَكَانَ ﷺ بِبَطْنِ نَخْل يُصَلِّي بِأَصْحَابِهِ الْفَجْر رَوَاهُ الشَّيْخَانِ ﴿يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآن فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا﴾ أَيْ قَالَ بَعْضهمْ لِبَعْضٍ ﴿أَنْصِتُوا﴾ اصْغَوْا لِاسْتِمَاعِهِ ﴿فَلَمَّا قُضِيَ﴾ فُرِغَ مِنْ قِرَاءَته ﴿وَلَّوْا﴾ رَجَعُوا ﴿إلَى قَوْمهمْ مُنْذِرِينَ﴾ مُخَوِّفِينَ قَوْمهمْ الْعَذَاب إنْ لَمْ يُؤْمِنُوا وَكَانُوا يَهُودًا وَقَدْ أَسْلَمُوا ٣ -
Maka mengapa [mengapa tidak] mereka ditolong [dengan menghindarkan azab dari mereka] oleh orang-orang [sembahan] yang mereka jadikan selain Allah [yakni selain-Nya] sebagai sarana mendekatkan diri [kepada Allah], yaitu berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan [di samping-Nya; kata 'ittakhadza' memerlukan dua objek: objek pertama adalah kata ganti yang dibuang yang kembali kepada isim maushul yaitu 'hum', sedangkan 'qurbanan' adalah objek kedua, dan 'alihah' menjadi badal darinya]. Bahkan sembahan-sembahan itu telah lenyap [hilang] dari mereka [ketika azab turun]. Dan itulah [yakni tindakan mereka menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan untuk mendekatkan diri] akibat kebohongan mereka [kedustaan mereka] dan apa yang dahulu mereka ada-adakan [mereka dustakan; dan huruf 'ma' di sini adalah mashdariyyah atau maushulah, dengan kata ganti terbuang yakni 'fiihi']. Dan [ingatlah] ketika Kami hadapkan [Kami arahkan] kepadamu sekelompok jin [yaitu jin dari Nasibin di Yaman atau jin dari Ninawa, dan mereka berjumlah tujuh atau sembilan orang. Saat itu Nabi ﷺ sedang berada di Batn Nakhl mengimami para sahabatnya salat Subuh, sebagaimana diriwayatkan oleh Asy-Syaikhani] yang mendengarkan Al-Qur'an. Maka tatkala mereka menghadiri pembacaannya, mereka berkata [yakni sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain], "Diamlah kalian!" [perhatikanlah untuk mendengarkannya]. Maka tatkala telah selesai [selesai dari pembacaannya], mereka kembali [pulang] kepada kaumnya untuk memberi peringatan [menakut-nakuti kaum mereka akan azab jika mereka tidak beriman. Mereka sebelumnya adalah penganut Yahudi lalu masuk Islam].