Tafsir Al-Jalalayn
﴿أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْر شَيْء﴾ مِنْ غَيْر خَالِق ﴿أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَ﴾ أَنْفُسهمْ وَلَا يُعْقَل مَخْلُوق بِغَيْرِ خَالِق وَلَا مَعْدُوم يَخْلُق فَلَا بُدّ لَهُمْ مِنْ خَالِق هُوَ اللَّه الْوَاحِد فَلِمَ لَا يُوَحِّدُونَهُ وَيُؤْمِنُونَ بِرَسُولِهِ وَكِتَابه ٣ -
Apakah mereka diciptakan tanpa ada sesuatu pun [yakni tanpa ada Pencipta] atau apakah mereka yang menciptakan [diri mereka sendiri? Sungguh tidak masuk akal adanya makhluk tanpa pencipta, dan tidak mungkin pula sesuatu yang tiada dapat menciptakan. Maka pastilah mereka memiliki Pencipta, yaitu Allah Yang Maha Esa. Lalu mengapa mereka tidak mengesakan-Nya serta beriman kepada Rasul dan Kitab-Nya?]