﴿وَأَنَّ﴾ بِالْفَتْحِ عَطْفًا وَقُرِئَ بِالْكَسْرِ اسْتِئْنَافًا وَكَذَا مَا بَعْدهَا فَلَا يَكُون مَضْمُون الْجُمَل فِي الصُّحُف عَلَى الثَّانِي ﴿إلَى رَبّك الْمُنْتَهَى﴾ الْمَرْجِع وَالْمَصِير بَعْد الْمَوْت فَيُجَازِيهِمْ
٤ -
[Dan bahwasanya] dibaca fathah (Wa-anna) karena di-'athaf-kan, dan dibaca kasrah (Wa-inna) sebagai permulaan kalimat (isti'naf), demikian pula ayat-ayat setelahnya; maka isi kalimat-kalimat tersebut tidak termasuk dalam lembaran-lembaran (shuhuf Nabi Ibrahim dan Musa) menurut bacaan yang kedua. [Kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu)] yakni tempat kembali dan tujuan akhir setelah kematian, lalu Dia akan membalas mereka.
4 -