﴿ثُمَّ لَمْ تَكُنْ﴾ بِالتَّاءِ وَالْيَاء ﴿فِتْنَتهمْ﴾ بِالنَّصْبِ وَالرَّفْع أَيْ مَعْذِرَتهمْ ﴿إلَّا أَنْ قَالُوا﴾ أَيْ قَوْلهمْ ﴿وَاَللَّه رَبّنَا﴾ بِالْجَرِّ نَعْت وَالنَّصْب نِدَاء ﴿ما كنا مشركين﴾
٢ -
Kemudian tidaklah ada [dibaca dengan menggunakan huruf ta' (takun) atau ya' (yakun)] jawaban mereka [dibaca dengan nashab (fitnatahum) atau rafa' (fitnatuhum), yang berarti alasan/sanggahan mereka,] selain mengatakan [yakni ucapan mereka,] "Demi Allah, Tuhan kami," [dibaca jar (rabbina) sebagai na'at/sifat, atau dibaca nashab (rabbana) sebagai nida'/panggilan,] "tiadalah kami mempersekutukan-Mu."