Tafsir Al-Jalalayn
﴿وَمَنْ﴾ أَيْ لَا أَحَد ﴿أَظْلَم﴾ أَشَدّ ظُلْمًا ﴿مِمَّنْ افْتَرَى عَلَى اللَّه الْكَذِب﴾ بِنِسْبَةِ الشَّرِيك وَالْوَلَد إلَيْهِ وَوَصْف آيَاته بِالسِّحْرِ ﴿وَهُوَ يُدْعَى إلَى الْإِسْلَام وَاَللَّه لَا يَهْدِي الْقَوْم الظَّالِمِينَ﴾ الكافرين
Dan siapakah [maksudnya, tidak ada seorang pun] yang lebih zalim [yang lebih besar kezalimannya] daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah [dengan menyandarkan sekutu dan anak kepada-Nya, serta menyifati ayat-ayat-Nya sebagai sihir,] sedang dia diajak kepada Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim [yakni orang-orang kafir].