Tafsir Al-Jalalayn
﴿وَآخَرِينَ﴾ عَطْف عَلَى الْأُمِّيِّينَ أَيْ الْمَوْجُودِينَ ﴿مِنْهُمْ﴾ وَالْآتِينَ مِنْهُمْ بَعْدهمْ ﴿لَمَّا﴾ لَمْ ﴿يَلْحَقُوا بِهِمْ﴾ فِي السَّابِقَة وَالْفَضْل ﴿وَهُوَ الْعَزِيز الْحَكِيم﴾ فِي ملكه وصنعه وهم التابعة وَالِاقْتِصَار عَلَيْهِمْ كَاف فِي بَيَان فَضْل الصَّحَابَة الْمَبْعُوث فِيهِمْ النَّبِيّ ﷺ عَلَى مَنْ عَدَاهُمْ مِمَّنْ بَعَثَ إلَيْهِمْ وَآمَنُوا بِهِ مِنْ جَمِيع الْإِنْس وَالْجِنّ إلَى يَوْم الْقِيَامَة لِأَنَّ كُلّ قَرْن خَيْر مِمَّنْ يَلِيه
"Dan [juga kepada] orang-orang yang lain" [di'athaf'kan/dihubungkan kepada 'al-ummiyyin', yaitu orang-orang yang ada] "dari mereka" [dan orang-orang yang akan datang setelah mereka] "yang belum" [belum] "berhubungan dengan mereka" [dalam hal keutamaan dan keunggulan terdahulu], "dan Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana" [dalam kerajaan dan ciptaan-Nya. Mereka itu adalah orang-orang pengikut, dan pembatasan pada mereka sudah cukup untuk menjelaskan keutamaan para sahabat yang Nabi SAW diutus di tengah-tengah mereka atas orang-orang selain mereka yang beliau diutus kepada mereka dan beriman kepadanya dari seluruh manusia dan jin hingga hari kiamat, karena setiap kurun/generasi lebih baik dari generasi setelahnya].