Tafsir Al-Jalalayn
﴿ذَلِكَ﴾ أَيْ عَذَاب الدُّنْيَا ﴿بِأَنَّهُ﴾ ضَمِير الشَّأْن ﴿كَانَتْ تَأْتِيهِمْ رُسُلهمْ بِالْبَيِّنَاتِ﴾ الْحُجَج الظَّاهِرَات عَلَى الْإِيمَان ﴿فَقَالُوا أَبَشَر﴾ أُرِيدَ بِهِ الْجِنْس ﴿يَهْدُونَنَا فَكَفَرُوا وَتَوَلَّوْا﴾ عَنْ الْإِيمَان ﴿وَاسْتَغْنَى اللَّه﴾ عَنْ إيمَانهمْ ﴿وَاَللَّه غَنِيّ﴾ عَنْ خَلْقه ﴿حَمِيد﴾ مَحْمُود في أفعاله
Yang demikian itu [yakni azab di dunia] adalah karena [kata 'hu' di sini adalah dhamir asy-sya'n] rasul-rasul telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan [hujjah-hujjah yang nyata yang menunjukkan keimanan], lalu mereka berkata, "Apakah manusia [yang dimaksud di sini adalah jenis manusia] yang akan memberi petunjuk kepada kami?" Lalu mereka ingkar dan berpaling [dari keimanan]; dan Allah tidak memerlukan [tidak membutuhkan keimanan mereka]. Dan Allah Maha Kaya [dari seluruh makhluk-Nya] lagi Maha Terpuji [terpuji dalam segala perbuatan-Nya].