Tafsir Al-Jalalayn
﴿فَمَنْ﴾ أَيْ لَا أَحَد ﴿أَظْلَم مِمَّنْ افْتَرَى عَلَى اللَّه كَذِبًا﴾ بِنِسْبَةِ الشَّرِيك وَالْوَلَد إلَيْهِ ﴿أَوْ كَذَّبَ بِآيَاتِهِ﴾ الْقُرْآن ﴿أُولَئِكَ يَنَالهُمْ﴾ يُصِيبهُمْ ﴿نَصِيبهمْ﴾ حَظّهمْ ﴿مِنْ الْكِتَاب﴾ مِمَّا كُتِبَ لَهُمْ فِي اللَّوْح الْمَحْفُوظ مِنْ الرِّزْق وَالْأَجَل وَغَيْر ذَلِكَ ﴿حَتَّى إذَا جَاءَتْهُمْ رُسُلنَا﴾ أَيْ الْمَلَائِكَة ﴿يَتَوَفَّوْنَهُمْ قَالُوا﴾ لَهُمْ تَبْكِيتًا ﴿أَيْنَ مَا كُنْتُمْ تَدْعُونَ﴾ تَعْبُدُونَ ﴿مِنْ دُون اللَّه قَالُوا ضَلُّوا﴾ غَابُوا ﴿عَنَّا﴾ فَلَمْ نَرَهُمْ ﴿وَشَهِدُوا عَلَى أَنْفُسهمْ﴾ عند الموت ﴿أنهم كانوا كافرين﴾ ٣ -
Maka siapakah [maksudnya: tidak ada seorang pun] yang lebih zalim daripada orang yang mengada-ada kebohongan terhadap Allah [dengan menisbahkan sekutu dan anak kepada-Nya] atau yang mendustakan ayat-ayat-Nya? [Al-Qur'an]. Mereka itu akan memperoleh [mengenai mereka] bagian mereka [bagian ketetapan mereka] yang telah ditentukan dalam Kitab [dari apa yang telah dicatat untuk mereka di Lauhulmahfuz berupa rezeki, ajal, dan selain itu]; hingga apabila utusan-utusan Kami [yaitu para malaikat] datang kepada mereka untuk mencabut nyawanya, mereka [para malaikat] berkata [kepada mereka dengan nada celaan], "Di manakah sembahan-sembahan yang biasa kamu seru [kamu sembah] selain Allah?" Mereka menjawab, "Sembahan-sembahan itu telah lenyap [gaib] dari kami" [sehingga kami tidak melihat mereka lagi], dan mereka mengakui terhadap diri mereka sendiri [pada saat kematian] bahwa mereka adalah orang-orang kafir.