﴿الَّذِينَ كَذَّبُوا شُعَيْبًا﴾ مُبْتَدَأ خَبَره ﴿كَأَنْ﴾ مُخَفَّفَة وَاسْمهَا مَحْذُوف أَيْ كَأَنَّهُمْ ﴿لَمْ يَغْنَوْا﴾ يُقِيمُوا ﴿فِيهَا﴾ فِي دِيَارهمْ ﴿الَّذِينَ كَذَّبُوا شُعَيْبًا كَانُوا هُمْ الْخَاسِرِينَ﴾ التَّأْكِيد بِإِعَادَةِ الْمَوْصُول وَغَيْره لِلرَّدِّ عَلَيْهِمْ فِي قَوْلهمْ السَّابِق
٩ -
Orang-orang yang mendustakan Syuaib [menjadi mubtada, sedangkan khabarnya adalah] seolah-olah [kata 'ka-an' berkedudukan mukhaffafah dan isimnya dibuang, yakni seolah-olah mereka] belum pernah tinggal [yakni bermukim] di tempat itu [di rumah-rumah mereka]. Orang-orang yang mendustakan Syuaib, merekalah orang-orang yang rugi [penguatan dengan mengulang ismul maushul dan lainnya adalah sebagai bantahan atas perkataan mereka sebelumnya].