﴿وَأَنَّا ظَنَنَّا أَنْ﴾ مُخَفَّفَة مِنْ الثَّقِيلَة أَيْ أَنَّهُ ﴿لَنْ نُعْجِز اللَّه فِي الْأَرْض وَلَنْ نَعْجِزهُ هَرَبًا﴾ لَا نُفَوِّتهُ كَائِنِينَ فِي الْأَرْض أَوْ هَارِبِينَ مِنْهَا فِي السَّمَاء
١ - ﴿وَأَنَّا لَمَّا سَمِعْنَا الْهُدَى﴾ الْقُرْآن ﴿آمَنَّا بِهِ فَمَنْ يُؤْمِن بِرَبِّهِ فَلَا يَخَاف﴾ بِتَقْدِيرِ هُوَ ﴿بَخْسًا﴾ نَقْصًا مِنْ حَسَنَاته ﴿وَلَا رَهَقًا﴾ ظُلْمًا بِالزِّيَادَةِ فِي سَيِّئَاته
١ - ﴿وَأَنَّا مِنَّا الْمُسْلِمُونَ وَمِنَّا الْقَاسِطُونَ﴾ الْجَائِرُونَ بِكُفْرِهِمْ ﴿فَمَنْ أَسْلَمَ فَأُولَئِكَ تَحَرَّوْا رَشَدًا﴾ قَصَدُوا هِدَايَة
١ - ﴿وَأَمَّا الْقَاسِطُونَ فَكَانُوا لِجَهَنَّم حَطَبًا﴾ وَقُودًا وَأَنَّا وَأَنَّهُمْ وَأَنَّهُ فِي اثْنَيْ عَشَر مَوْضِعًا هِيَ وَأَنَّهُ تَعَالَى وَأَنَّا مِنَّا الْمُسْلِمُونَ وَمَا بَيْنهمَا بِكَسْرِ الْهَمْزَة اسْتِئْنَافًا وَبِفَتْحِهَا بِمَا يُوَجِّه بِهِ
١ -
"Dan sesungguhnya kami menduga bahwa" [merupakan bentuk mukhaffafah dari tsaqilah, yakni bahwasanya] "kami tidak akan mampu melepaskan diri dari kekuasaan Allah di bumi dan tidak pula dapat melepaskan diri dari-Nya dengan lari" [kita tidak dapat luput dari kekuasaan-Nya baik saat berada di bumi maupun saat lari meninggalkannya menuju langit]. 1 - Dan sesungguhnya kami ketika mendengar petunjuk [Al-Qur'an], kami beriman kepadanya. Maka barangsiapa beriman kepada Tuhannya, maka dia tidak takut [dengan takdir adanya dhamir 'huwa'] akan pengurangan [pengurangan terhadap kebaikan-kebaikannya] dan tidak pula kezaliman [kezaliman berupa penambahan pada keburukan-keburukannya]. [1 -] Dan sesungguhnya di antara kami ada yang patuh dan ada pula yang menyimpang dari kebenaran [yaitu orang-orang yang menyimpang karena kekafiran mereka]. Barang siapa yang patuh, maka mereka itu telah memilih jalan yang lurus [yakni menuju petunjuk]. Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi bahan bakar [kayu bakar] bagi [neraka] Jahanam. [Lafal *wa annaa*, *wa annahum*, dan *wa annahu* dalam dua belas tempat, yaitu lafal *wa annahu ta'aala*, *wa anna minnal-muslimuun*, dan di antara keduanya, dibaca dengan *kasrah* *hamzah* (*in-na*) sebagai *isti'naf* (kalimat baru), atau dibaca dengan *fathah* *hamzah* (*an-na*) sesuai dengan kedudukan tata bahasanya]. 1 -