Tafsir Al-Jalalayn
﴿وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتنَا﴾ الْقُرْآن ﴿قَالُوا قَدْ سَمِعْنَا لَوْ نَشَاء لَقُلْنَا مِثْل هَذَا﴾ قَالَهُ النَّضْر بْن الْحَارِث لِأَنَّهُ كَانَ يَأْتِي الْحِيرَة يَتَّجِر فَيَشْتَرِي كُتُب أَخْبَار الْأَعَاجِم وَيُحَدِّث بِهَا أَهْل مَكَّة ﴿إنْ﴾ مَا ﴿هَذَا﴾ الْقُرْآن ﴿إلَّا أساطير﴾ أكاذيب ﴿الأولين﴾ ٣ -
Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami [Al-Qur'an], mereka berkata, "Sungguh, kami telah mendengar [ayat-ayat seperti ini], jika kami menghendaki niscaya kami dapat mengucapkan yang seperti ini." [Perkataan ini diucapkan oleh An-Nadhr bin al-Harits, karena dia biasa pergi berdagang ke al-Hirah lalu membeli buku-buku dongeng orang-orang non-Arab (Ajam) dan menceritakannya kepada penduduk Mekah]. Tidaklah [Al-Qur'an] ini melainkan dongeng-dongeng [kedustaan] orang-orang terdahulu.