﴿لِيَمِيزَ﴾ مُتَعَلِّق بِتَكُونُ بِالتَّخْفِيفِ وَالتَّشْدِيد أَيْ يَفْصِل ﴿اللَّه الْخَبِيث﴾ الْكَافِر ﴿مِنْ الطَّيِّب﴾ الْمُؤْمِن ﴿وَيَجْعَل الْخَبِيث بَعْضه عَلَى بَعْض فَيَرْكُمهُ جَمِيعًا﴾ يَجْمَعهُ متراكما بعضه على بعض ﴿فيجعله في جهنم أولئك هم الخاسرون﴾
٣ -
[Kata] Supaya [berhubungan dengan firman-Nya "takūnu" pada ayat sebelumnya, dibaca dengan takhfīf (yamīza) atau tashdīd (yumayyiza), yakni] Allah membedakan [orang] yang buruk [yakni orang kafir] dari yang baik [yakni orang beriman], dan menjadikan [orang-orang] yang buruk itu sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu Dia menumpukkannya semuanya [yakni mengumpulkannya bertindih-tindih sebagian di atas sebagian lainnya], lalu Dia memasukkannya ke dalam neraka Jahanam. Mereka itulah orang-orang yang rugi.