وَنَزَلَ لَمَّا أَخَذُوا الْفِدَاء مِنْ أَسْرَى بَدْر ﴿مَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَنْ تَكُون﴾ بِالتَّاءِ وَالْيَاء ﴿لَهُ أَسْرَى حَتَّى يُثْخِن فِي الْأَرْض﴾ يُبَالِغ فِي قَتْل الْكُفَّار ﴿تُرِيدُونَ﴾ أَيّهَا الْمُؤْمِنُونَ ﴿عَرَض الدُّنْيَا﴾ حُطَامهَا بِأَخْذِ الْفِدَاء ﴿وَاَللَّه يُرِيد﴾ لَكُمْ ﴿الْآخِرَة﴾ أَيْ ثَوَابهَا بِقَتْلِهِمْ ﴿وَاَللَّه عَزِيز حَكِيم﴾ وَهَذَا مَنْسُوخ بِقَوْلِهِ ﴿فَإِمَّا مَنًّا بَعْد وَإِمَّا فداء﴾
٦ -
[Ayat ini turun ketika mereka mengambil tebusan dari para tawanan Perang Badar:] Tidak patut bagi seorang Nabi mempunyai tawanan [bisa dibaca 'takuuna' dengan ta' atau 'yakuuna' dengan ya'] sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di bumi [yakni bersungguh-sungguh meluluhlantakkan kaum kafir]. Kamu [wahai orang-orang beriman] menghendaki harta dunia [yakni kesenangan fana duniawi dengan mengambil tebusan], sedangkan Allah menghendaki [untuk kalian] akhirat [yakni pahalanya dengan membunuh mereka]. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. [Ayat ini dinasakh (dihapus hukumnya) oleh firman-Nya: "Maka bebaskanlah mereka atau mintalah tebusan" (QS. Muhammad: 4)].