Tafsir Al-Jalalayn
﴿أَيَحْسَبُ﴾ أَيَظُنُّ الْإِنْسَان قَوِيّ قُرَيْش وَهُوَ أَبُو الْأَشَدّ بْن كِلْدَة بِقُوَّتِهِ ﴿إنْ﴾ مُخَفَّفَة مِنْ الثَّقِيلَة وَاسْمهَا مَحْذُوف أَيْ أَنَّهُ ﴿لَنْ يَقْدِر عَلَيْهِ أَحَد﴾ وَاَللَّه قَادِر عَلَيْهِ
Apakah dia mengira [apakah manusia yang kuat dari Quraisy, yaitu Abu al-Asyad bin Kildah, menyangka dengan kekuatannya] bahwa ['in' adalah bentuk mukhaffafah (diringankan) dari tsaqilah dan isim-nya dibuang, yakni bahwasanya] tidak ada seorang pun yang berkuasa atasnya? [Padahal Allah Mahakuasa atasnya].