﴿أَيَحْسَبُ أَنْ﴾ أَيْ أَنَّهُ ﴿لَمْ يَرَهُ أَحَد﴾ فِيمَا أَنْفَقَهُ فَيَعْلَم قَدْره وَاَللَّه عَالِم بِقَدْرِهِ وَأَنَّهُ لَيْسَ مِمَّا يَتَكَثَّر بِهِ وَمُجَازِيه عَلَى فعله السيء
Apakah dia mengira bahwa [bahwasanya] tidak ada seorang pun yang melihatnya? [dalam harta yang telah dinafkahkannya sehingga mengetahui kadarnya, padahal Allah Maha Mengetahui kadarnya dan bahwasanya harta itu bukanlah sesuatu yang ia bangga-banggakan, dan Allah akan membalas perbuatan buruknya itu].