MUKADDIMAH
= ١٠٢ سورة التكاثر بسم الله الرحمن الرحيم
= 102 Surah At-Takasur [Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang] Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
﴿أَلْهَاكُمْ﴾ شَغَلَكُمْ عَنْ طَاعَة اللَّه ﴿التَّكَاثُر﴾ التَّفَاخُر بِالْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَاد وَالرِّجَال
Bermegah-megahan telah melalaikan kamu [menyibukkan kamu dari taat kepada Allah].
﴿حَتَّى زُرْتُمْ الْمَقَابِر﴾ بِأَنْ مُتُّمْ فَدُفِنْتُمْ فِيهَا أَوْ عَدَدْتُمْ الْمَوْتَى تَكَاثُرًا
Sampai kamu masuk ke dalam kubur [dengan cara kamu mati lalu dikuburkan di dalamnya, atau kamu menghitung orang-orang yang mati untuk bermegah-megahan].
﴿كَلَّا﴾ رَدْع ﴿سَوْفَ تَعْلَمُونَ﴾
Jangan sekali-kali begitu [sebagai gertakan], kelak kamu akan mengetahui. dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui [akibat buruk dari sikap saling menyombongkan diri kalian ketika nyawa dicabut, kemudian di dalam kubur].
﴿ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ﴾ سُوء عَاقِبَة تَفَاخُركُمْ عِنْد النَّزْع ثُمَّ فِي الْقَبْر
[Sekali-kali tidak!] Sungguh! [Sekiranya kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin,] yakni mengetahui secara yakin akan akibat dari saling membanggakan diri, niscaya kamu tidak akan disibukkan dengannya.
﴿كَلَّا﴾ حَقًّا ﴿لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْم الْيَقِين﴾ عِلْمًا يَقِينًا عَاقِبَة التَّفَاخُر مَا اِشْتَغَلْتُمْ بِهِ
Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahim [neraka, kalimat ini sebagai jawaban dari sumpah yang tidak disebutkan, dan dibuang darinya lam fi'il serta 'ain fi'il, lalu harakatnya dipindahkan ke huruf ra'].
﴿لَتَرَوُنَّ الْجَحِيم﴾ النَّار جَوَاب قَسَم مَحْذُوف وَحُذِفَ مِنْهُ لَام الْفِعْل وَعَيْنه وَأُلْقِيَتْ حَرَكَتهَا عَلَى الراء
Kemudian kamu benar-benar akan melihatnya [sebagai penegasan] dengan mata kepala sendiri [sebagai masdar, karena kata 'melihat' dan 'menyaksikan langsung' memiliki makna yang sama].
﴿ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا﴾ تَأْكِيد ﴿عَيْن الْيَقِين﴾ مَصْدَر لِأَنَّ رَأَى وَعَايَنَ بِمَعْنًى وَاحِد
kemudian kamu pasti akan ditanyai [dibuang darinya Nun Rafa' karena berurutannya huruf-huruf Nun, dan dibuang pula Wawu dhamir jamak karena bertemunya dua sukun] pada hari itu [yaitu hari ketika melihat neraka itu] tentang kenikmatan [segala hal yang dirasakan lezat di dunia, berupa kesehatan, waktu luang, keamanan, makanan, minuman, dan lain sebagainya].
﴿ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ﴾ حُذِفَ مِنْهُ نُون الرَّفْع لِتَوَالِي النُّونَات وَوَاو ضَمِير الْجَمْع لِالْتِقَاءِ السَّاكِنَيْنِ ﴿يَوْمئِذٍ﴾ يَوْم رُؤْيَتهَا ﴿عَنْ النَّعِيم﴾ مَا يُلْتَذّ بِهِ في الدنيا من الصحة والفراغ والأمن والمطعم والمشرب وغير ذلك
kemudian kamu pasti akan ditanyai [dibuang darinya Nun Rafa' karena berurutannya huruf-huruf Nun, dan dibuang pula Wawu dhamir jamak karena bertemunya dua sukun] pada hari itu [yaitu hari ketika melihat neraka itu] tentang kenikmatan [segala hal yang dirasakan lezat di dunia, berupa kesehatan, waktu luang, keamanan, makanan, minuman, dan lain sebagainya].