﴿فَالْتَقَطَهُ﴾ بِالتَّابُوتِ صَبِيحَة اللَّيْل ﴿آل﴾ أَعْوَان ﴿فِرْعَوْن﴾ فَوَضَعُوهُ بَيْن يَدَيْهِ وَفُتِحَ وَأُخْرِجَ مُوسَى مِنْهُ وَهُوَ يَمُصّ مِنْ إبْهَامه لَبَنًا ﴿لِيَكُونَ لَهُمْ﴾ فِي عَاقِبَة الْأَمْر ﴿عَدُوًّا﴾ يَقْتُل رِجَالهمْ ﴿وَحَزَنًا﴾ يَسْتَعْبِد نِسَاءَهُمْ وَفِي قِرَاءَة بِضَمِّ الْحَاء وَسُكُون الزَّاي لُغَتَانِ فِي الْمَصْدَر وَهُوَ هُنَا بِمَعْنَى اسْم الْفَاعِل مِنْ حَزَّنَهُ كَأَحْزَنَهُ ﴿إنَّ فِرْعَوْن وَهَامَان﴾ وَزِيره ﴿وَجُنُودهمَا كَانُوا خَاطِئِينَ﴾ مِنْ الْخَطِيئَة أَيْ عَاصِينَ فَعُوقِبُوا عَلَى يَدَيْهِ
Maka dia dipungut [bersama peti itu di pagi hari setelah malamnya] oleh keluarga [yakni para pembantu] Firaun [lalu mereka meletakkannya di hadapannya, peti itu dibuka, dan Musa dikeluarkan darinya sedang ia mengisap susu dari ibu jarinya], yang akibatnya dia menjadi [bagi mereka pada akhirnya] musuh [yang membunuh laki-laki mereka] dan kesedihan [yang memperbudak wanita-wanita mereka. Menurut satu qiraat dibaca *huznan* dengan *dhammah* pada huruf *ha* dan *sukun* pada huruf *zai*, keduanya merupakan bentuk *mashdar*, dan di sini bermakna *isim fa'il* dari kata *hazzanahu* seperti *ahzanahu* (menyedihkan)]. Sesungguhnya Firaun dan Haman [menterinya] beserta tentaranya adalah orang-orang yang bersalah [berasal dari kata *al-khathi'ah*, yakni orang-orang yang bermaksiat, lalu mereka dihukum melalui perantara Musa].