﴿تِلْكَ الدَّار الْآخِرَة﴾ أَيْ الْجَنَّة ﴿نَجْعَلهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْض﴾ بِالْبَغْيِ ﴿وَلَا فَسَادًا﴾ بِعَمَلِ الْمَعَاصِي ﴿وَالْعَاقِبَة﴾ الْمَحْمُودَة ﴿لِلْمُتَّقِينَ﴾ عِقَاب اللَّه بِعَمَلِ الطَّاعَات
٨ -
Negeri akhirat itu [yaitu surga], Kami jadikannya untuk orang-orang yang tidak menyombongkan diri di bumi [dengan berbuat sewenang-wenang] dan tidak berbuat kerusakan [dengan melakukan kemaksiatan]. Dan kesudahan [yang terpuji] itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa [dari azab Allah dengan melakukan ketaatan]. [8]