﴿وَمَا مُحَمَّد إلَّا رَسُول قَدْ خَلَتْ مِنْ قبله الرسل أفإين مَاتَ أَوْ قُتِلَ﴾ كَغَيْرِهِ ﴿انْقَلَبْتُمْ عَلَى أَعْقَابكُمْ﴾ رَجَعْتُمْ إلَى الْكُفْر وَالْجُمْلَة الْأَخِيرَة مَحَلّ الِاسْتِفْهَام الْإِنْكَارِيّ أَيْ مَا كَانَ مَعْبُودًا فَتَرْجِعُوا ﴿وَمَنْ يَنْقَلِب عَلَى عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَضُرّ اللَّه شَيْئًا﴾ وَإِنَّمَا يَضُرّ نَفْسه ﴿وَسَيَجْزِي اللَّه الشَّاكِرِينَ﴾ نِعَمه بالثبات
١٤ -
[Dan Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul; sungguh telah berlalu sebelum dia beberapa rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh] sebagaimana rasul-rasul selainnya, [kamu berbalik ke belakang?] kamu kembali kepada kekafiran? Kalimat terakhir ini merupakan tempat kata tanya ingkari (pertanyaan celaan), maksudnya: Muhammad bukanlah sesembahan sehingga kamu harus berbalik kafir. [Barang siapa berbalik ke belakang, maka dia tidak akan merugikan Allah sedikit pun] melainkan ia hanya merugikan dirinya sendiri, [dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur] atas nikmat-nikmat-Nya dengan keteguhan iman.