﴿وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوت إلَّا بِإِذْنِ اللَّه﴾ بِقَضَائِهِ ﴿كِتَابًا﴾ مَصْدَر أَيْ كَتَبَ اللَّه ذَلِكَ ﴿مُؤَجَّلًا﴾ مُؤَقَّتًا لَا يَتَقَدَّم وَلَا يَتَأَخَّر فَلِمَ انْهَزَمْتُمْ وَالْهَزِيمَة لَا تَدْفَع الْمَوْت وَالثَّبَات لَا يَقْطَع الْحَيَاة ﴿وَمَنْ يُرِدْ﴾ بِعَمَلِهِ ﴿ثَوَاب الدُّنْيَا﴾ أَيْ جَزَاءَهُ مِنْهَا ﴿نُؤْتِهِ مِنْهَا﴾ مَا قُسِمَ لَهُ وَلَا حَظّ لَهُ فِي الْآخِرَة ﴿وَمَنْ يُرِدْ ثَوَاب الْآخِرَة نُؤْتِهِ مِنْهَا﴾ أَيْ من ثوابها ﴿وسنجزي الشاكرين﴾
١٤ -
Dan tidak ada sesuatu pun yang mati melainkan dengan izin Allah [yakni dengan ketetapan-Nya], sebagai ketetapan [berkedudukan sebagai mashdar, artinya Allah telah menetapkan hal itu] yang telah ditentukan waktunya [yang telah ditentukan batas waktunya, tidak dapat dimajukan dan tidak dapat diundur. Maka mengapa kamu lari berhamburan, padahal kekalahan tidak dapat menolak kematian dan keteguhan tidak memutus kehidupan?]. Barang siapa menghendaki [dengan amalnya] pahala dunia [yakni balasan dari dunia], Kami berikan kepadanya dari dunia [apa yang telah dibagikan kepadanya, dan dia tidak mendapatkan bagian di akhirat], dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan kepadanya dari akhirat [yakni dari pahalanya]. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.