Tafsir Al-Jalalayn
﴿وَإِذَا غَشِيَهُمْ﴾ أَيْ عَلَا الْكُفَّار ﴿مَوْج كَالظُّلَلِ﴾ كَالْجِبَالِ الَّتِي تُظِلّ مَنْ تَحْتهَا ﴿دَعَوْا اللَّه مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّين﴾ أَيْ الدُّعَاء بِأَنْ يُنْجِيهِمْ أَيْ لَا يَدْعُونَ مَعَهُ غَيْره ﴿فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إلَى الْبَرّ فَمِنْهُمْ مُقْتَصِد﴾ مُتَوَسِّط بَيْن الْكُفْر وَالْإِيمَان وَمِنْهُمْ بَاقٍ عَلَى كُفْره ﴿وَمَا يَجْحَد بآياتنا﴾ ومنها الإنجاء من الْمَوْج ﴿إلَّا كُلّ خَتَّار﴾ غَدَّار ﴿كَفُور﴾ لِنِعَمِ الله تعالى ٣ -
Dan apabila mereka diliputi [yakni orang-orang kafir itu ditutupi dari atas] oleh ombak yang besar seperti naungan [seperti gunung-gunung yang menaungi orang yang berada di bawahnya], mereka menyeru Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya [yakni memurnikan doa agar Dia menyelamatkan mereka, dengan tidak menyeru selain-Nya bersama-Nya]. Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai di darat, lalu sebagian di antara mereka ada yang tetap menempuh jalan yang lurus [yaitu bersikap pertengahan antara kekafiran dan keimanan, sedangkan sebagian lainnya tetap berada dalam kekafirannya]. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami [yang di antaranya adalah penyelamatan dari ombak tersebut] selain orang-orang yang pengkhianat [sangat khianat] lagi sangat tidak berterima kasih [terhadap nikmat-nikmat Allah ta'ala].