Tafsir Al-Jalalayn
﴿وَقَالُوا أَآلِهَتنَا خَيْر أَمْ هُوَ﴾ أَيْ عِيسَى فَنَرْضَى أَنْ تَكُون آلِهَتنَا مَعَهُ ﴿مَا ضَرَبُوهُ﴾ أَيْ الْمَثَل ﴿لَك إلَّا جَدَلًا﴾ خُصُومَة بِالْبَاطِلِ لِعِلْمِهِمْ أَنَّ مَا لِغَيْرِ الْعَاقِل فَلَا يَتَنَاوَل عِيسَى ﵇ ﴿بَلْ هُمْ قَوْم خَصِمُونَ﴾ شديدو الخصومة ٥ -
[Dan mereka berkata, "Apakah tuhan-tuhan kami yang lebih baik ataukah dia?"] maksudnya Isa, maka kami rela jika tuhan-tuhan kami berada bersama dengannya. [Merek tidak memberikan] perumpamaan itu [kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja] pertengkaran secara batil, karena mereka mengetahui bahwa kata "maa" diperuntukkan bagi yang tidak berakal sehingga tidak mencakup Nabi Isa a.s. [Bahkan mereka adalah kaum yang suka bertengkar.] sangat keras dalam bertengkar.