Tafsir Al-Jalalayn
﴿وَاَلَّذِينَ آمَنُوا مِنْ بَعْد﴾ أَيْ بَعْد السَّابِقِينَ إلَى الْإِيمَان وَالْهِجْرَة ﴿وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا مَعَكُمْ فَأُولَئِكَ مِنْكُمْ﴾ أَيّهَا الْمُهَاجِرُونَ وَالْأَنْصَار ﴿وَأُولُو الْأَرْحَام﴾ ذَوُو الْقَرَابَات ﴿بَعْضهمْ أَوْلَى بِبَعْضٍ﴾ فِي الْإِرْث مِنْ التَّوَارُث فِي الْإِيمَان وَالْهِجْرَة الْمَذْكُورَة فِي الْآيَة السَّابِقَة ﴿فِي كِتَاب اللَّه﴾ اللَّوْح الْمَحْفُوظ ﴿إنَّ اللَّه بِكُلِّ شَيْء عَلِيم﴾ وَمِنْهُ حِكْمَة الْمِيرَاث
Dan orang-orang yang beriman setelah itu [yaitu setelah orang-orang yang terdahulu beriman dan berhijrah], dan berhijrah serta berjihad bersamamu, maka mereka termasuk golonganmu [wahai kaum Muhajirin dan Ansar]. Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat [yang memiliki hubungan kekeluargaan] itu, sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya [dalam hal kewarisan, daripada saling mewarisi berdasarkan iman dan hijrah yang disebutkan pada ayat sebelumnya] di dalam Kitab Allah [Lauh Mahfuz]. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu [termasuk di dalamnya hikmah kewarisan]. [Surah ke-9: Surah At-Tawbah, Madaniyyah, kecuali dua ayat terakhir maka keduanya adalah Makkiyyah, terdiri dari 129 ayat. Diturunkan setelah surah Al-Ma'idah. Basmalah tidak ditulis di permulaannya karena Nabi SAW tidak memerintahkan hal tersebut, sebagaimana disimpulkan dari hadis yang diriwayatkan oleh al-Hakim. Diriwayatkan pula makna yang serupa dari Ali bahwa basmalah adalah jaminan keamanan, sedangkan surah ini turun untuk mencabut keamanan dengan pedang. Dari Hudzaifah: "Sesungguhnya kalian menamakannya Surah At-Tawbah, padahal ia adalah Surah Al-'Adzab (siksaan)." Al-Bukhari meriwayatkan dari al-Bara' bahwa ia adalah surah terakhir yang diturunkan.]