Tafsir Al-Jalalayn
MUKADDIMAH
9 سُورَة التَّوْبَة مَدَنِيَّة إلَّا الْآيَتَيْنِ الْأَخِيرَتَيْنِ فَمَكِّيَّتَانِ وَآيَاتهَا 129 نَزَلَتْ بَعْد الْمَائِدَة وَلَمْ تُكْتَب فِيهَا الْبَسْمَلَة لِأَنَّهُ صلى الله عليه وسلم لَمْ يَأْمُر بِذَلِكَ كَمَا يُؤْخَذ مِنْ حَدِيث رَوَاهُ الْحَاكِم وَأَخْرَجَ فِي مَعْنَاهُ عَنْ عَلِيّ أَنَّ الْبَسْمَلَة أَمَان وَهِيَ نَزَلَتْ لِرَفْعِ الْأَمْن بِالسَّيْفِ وَعَنْ حُذَيْفَة إنَّكُمْ تُسَمُّونَهَا سُورَة التَّوْبَة وَهِيَ سُورَة الْعَذَاب وَرَوَى الْبُخَارِيّ عَنْ الْبَرَاء أَنَّهَا آخِر سُورَة نَزَلَتْ
9 Surah At-Taubah Madaniyyah, kecuali dua ayat terakhir yang merupakan Makkiyyah, terdiri dari 129 ayat, turun setelah Al-Ma'idah. Di dalamnya tidak ditulis basmalah karena Nabi Muhammad SAW tidak memerintahkannya, sebagaimana yang diambil dari hadis riwayat Al-Hakim. Dan dikeluarkan dengan makna darinya dari Ali bahwa basmalah adalah keamanan, sedangkan surah ini turun dengan pedang untuk mengangkat keamanan. Dan dari Hudzaifah: Sesungguhnya kalian menamakannya surah At-Taubah, padahal ia adalah surah Al-Adzab (siksaan). Dan Al-Bukhari meriwayatkan dari Al-Bara' bahwa ia adalah surah terakhir yang turun.