Tafsir Al-Jalalayn
﴿وَجِيءَ يَوْمئِذٍ بِجَهَنَّم﴾ تُقَاد بِسَبْعِينَ أَلْف زِمَام كُلّ زِمَام بِأَيْدِي سَبْعِينَ أَلْف مَلَك لَهَا زَفِير وَتَغَيُّظ ﴿يَوْمئِذٍ﴾ بَدَل مِنْ إِذَا وَجَوَابهَا ﴿يَتَذَكَّر الْإِنْسَان﴾ أَيْ الْكَافِر مَا فَرَّطَ فِيهِ ﴿وَأَنَّى لَهُ الذِّكْرَى﴾ اِسْتِفْهَام بِمَعْنَى النَّفْي أَيْ لَا يَنْفَعهُ تَذَكُّره ذَلِكَ ٢ -
dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam [ia dituntun dengan tujuh puluh ribu tali kendali, setiap tali kendali dipegang oleh tujuh puluh ribu malaikat, ia memiliki suara gemuruh dan gejolak kemarahan]; pada hari itu [sebagai badal dari 'iżā' dan jawabannya adalah:] teringatlah manusia [maksudnya orang kafir, akan kelalaian yang telah ia lakukan], tetapi tidak berguna lagi baginya kenangan itu [kata tanya di sini bermakna penafian, yakni tidak ada gunanya lagi baginya teringat akan hal itu].